Rektor Corner
Peran mahasiswa yang begitu populer sebagai agent of change. Banyak terjadi perubahan-perubahan dahsyat berkat kerja keras para mahasiswa. Dari dulu sampai sekarang, mahasiswa menunjukkan perannya yang sangat vital dalam...next »



e-Journal



Senin, 27-Mar-2017 | 14:18:16
Peran Mahasiswa dalam Diseminasi Informasi

Peran mahasiswa yang begitu populer sebagai agent of change. Banyak terjadi perubahan-perubahan dahsyat berkat kerja keras para mahasiswa. Dari dulu sampai sekarang, mahasiswa menunjukkan perannya yang sangat vital dalam perubahan-perubahan manusia menjadi lebih baik. Sejarah mencatat bahwa kontribusi mahasiswa begitu besar dalam perubahan zaman. Di Indonesia pun peran mahasiswa memperlihatkan dampak yang luar biasa, tidak hanya bisa membela kaum lemah, tetapi bisa menggulingkan kekuasaan. Baik di era Orde Lama maupun ketika Orde Baru, mahasiswa menunjukkan kekuatan yang tidak bisa terkalahkan. 

Sekarang pun, di era kebebasan informasi dan lahirnya media baru yang ditandai dengan semaraknya media sosial, peran mahasiswa tetap dinanti kiprahnya dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa. Di era euphoria informasi ini, mahasiswa harus bisa berperan dalam membuat informasi yang benar dan akurat, bisa meluruskan informasi yang menyesatkan, sehingga bisa mereduksi konflik-konflik yang berawal dari informasi yang merugikan sekaligus memicu konflik. 

Karena di antara konflik horizontal dan vertikal di berbagai daerah di Indonesia, ditengarai karena adanya informasi sampah. Ditambah lagi ketidaktahuan di antara pihak-pihak pengguna dan konsumen media, sehingga muncul berbagai penafsiran yang salah. Kondisi itu mulai terjadi diakhir tahun 2016 dan awal-awal tahun 2017. Bagaimana banyak pihak yang salah bertindak dan beranggapan yang tidak proporsional. Akhirnya ada pihak-pihak tertentu yang tidak tahu apa-apa mendapat dampaknya. 

Di tabah lagi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang membuat setiap orang dengan bebas mengirim dan menerima pesan, membuat suasana semakin tidak jelas. Informasi bohong (hoax), saling menghujat dan memfitnah, sehingga masyarakat dibanjiri dengan berbagai informasi sampah.

Di sisi lain, meskipun era kebebasan informasi sudah lama berlangsung, namun tidak otomatis membuat orang mudah dan langsung paham akan pesan-pesannya. Karena tidak setiap orang memiliki pemahaman, wawasan, dan frame of reference yang sama, sehingga satu pesan tidak bisa langsung sama penafsiran dan pemaknaannya. 

Berangkat dari fenomena-fenomena itulah, mahasiswa ditunggu peran aksinya, selaku insan yang cerdas, kreatif dan inovatif, dan biasa terdepan dalam melawan kedzhaliman, diharapkan mahasiswa bisa menjadi trigger dalam melakukan advokasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat semakin cerdas dan melek media, melek informasi, dan jangan sampai mudah terprovokasi oleh informasi-informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Sehingga peran mahasiswa sangat besar dalam menjaga marwah Islam yang rahmatan lil’alamin seperti kebencian terhadap agama harus dilawan dengan kecintaan dan kedamaian dalam beragama. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Jadilah pers mahasiswa yang menyebarkan perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam.***