Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Senin, 4-Sep-2017 | 13:02:59
Membangun Peradaban melalui Keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam

Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang menyebutnya dengan Idul Qurban, dan ada juga yang menyebutnya dengan hari raya haji atau lebaran haji.

Sebutan-sebutan tersebut tentu saja memiliki latar belakang. Idul Adha karena memang hari raya ini kita diperintahkan untuk menyembelih, Idul Qurban karena memang pada hari raya ini umat diperintahkan untuk berkurban bagi yang mampu. Bahkan, bagi yang mampu dan tidak mau berkurban rasul kita memberikan ancaman; 

Dikatakan lebaran haji, karena memang pada hari ini saudara-saudara kita yang menunaikan rukun Islam kelima, sedang melaksanakan jumrah Aqabah yang dilanjutkan dengan tawaf wada atau tawaf Ifadah. Jadi apapun sebutan hari raya ini tentu tidak menjadi persoalan, yang jelas hari raya ini apapun sebutannya adalah hari raya yang istimewa yang patut oleh kita dicermati pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Karena ketika peristiwa Idul Adha, Idul Qurban, dilaksanakan disitu ada banyak unsur-unsur nilai-nilai ke-Tuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan yang harus kita imani, yang harus kita fahami, yang juga harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena, pada kedua nilai tersebut kita akan mendapatkan upaya membangun kesalehan individual dan sekaligus upaya membangun kesalehan sosial. Kita bisa lihat kesalehan individual yang sekaligus kesalehan sosial terjadi pada saat kita melaksanakan Qurban. 

Keikhlasan, keimanan, dan ketaqwaan adalah representasi kesalehan individual dan pendistribusian daging qurban adalah cermin kesalehan sosial, karena memang pada hakikatnya qurban adalah ujian ketaqwaan seorang hamba kehadirat Allah SWT. []

Baca selengkap tentang Membangun Peradaban  melalui Keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam di laman