Rektor Corner
Peran mahasiswa yang begitu populer sebagai agent of change. Banyak terjadi perubahan-perubahan dahsyat berkat kerja keras para mahasiswa. Dari dulu sampai sekarang, mahasiswa menunjukkan perannya yang sangat vital dalam...next »



e-Journal



Rabu, 10-Sep-2014 | 12:00:20
Dosen harus Melek TI

Ketua Pusat Pengembangan Kinerja dan Informasi Dosen (PPKID) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Drs Aliyudin, M.Ag meminta para dosen meningkatkan kemampuannya di bidang teknologi informasi (TI) karena kinerja mereka wajib dilaporkan secara online ke Sistem Informasi Pengembangan Karir Dosen (SIPKD) Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag RI.

”Para dosen FSH harus melek internet, karena sekarang pelaporannya sistem online, tidak lagi manual,” tegas Aliyudin, didampingi sekretaris PPKID Ikhwan Aulia Fatahilah, SH, MH; pada Sosialisasi Laporan Kinerja Dosen Berbasis Online FSH UIN SGD, Selasa (9/12/2014).

Dijelaskan, indikator yang dilaporkan pada SIPKD meliputi pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan penunjang  tridharma Perguruan Tinggi (PT). “Yang masuk Tridharma PT seperti jabatan fungsional/struktural, termasuk aktivitas/jabatan di masyarakat,” ujar Aliyudin.

Dekan FSH Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas dalam sambutannya mengajak 123 dosen FSH untuk melaksanakan tugasnya secara optimal. Karena tugas dosen diikat oleh dua regulasi, sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga fungsional. “Hak kita sudah diterima berupa gaji dan tunjangan lainnya, tinggal kewajiban yang harus diperhatikan, baik mengajar, penelitian, maupunpengabdian kepada masyarakat,” katanya.

“Untuk mengecek seberapa bagus kinerja kita, bisa dilihat dari Beban Kerja Dosen (BKD) dan Laporan Kinerja Dosen (LKD) beberapa waktu lalu. Masih ada beberapa dosen yang masih rendah kinerjanya. Mari tingkatkan lagi kinerja kita,” ajak Dekan.

Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SGD Dr H Ramdani  Wahyu S, M.Ag, M.Si mengartikan dosen sebagai scientist leader, yang tugasnya mendidik mahasiswa, mengembangkan ilmu pengetahuan, memimpin program studi, laboratrorium, unit penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah demi meningkatkan kinerja perguruan tinggi. “Bahkan dosen dianggap sebagai ulama (ilmuwan) –yang berbeda dengan cendekiawan– karena keilmuannya  dipastikan selaras dengan prilakukanya,” jelas Dr Ramdani.

Karenanya, lanjut Dr Ramdani, kinerja para dosen seyogianya di-support secara maksimal oleh structure leader dalam hal ini dekan atau rektor, agar para dosen mendapatkan atmosfer akademik yang kondusif. Karena sampai  saat ini para dosen masih terkendala oleh sarana akademik yang kurang memadai, tunjangan fungsional yang belum naik sejak 2007, ketatnya kenaikan jabatan akademik terutama guru besar,  jarangnya menulis di jurnal ilmiah, dan beban kerja administratif.

Bahkan, dalam rangka monotoring dan evaluasi kinerja dosen, Dr Ramdani dalam waktu dekat akan melakukan polling bestandar BAN-PT bagi semua dosen.  Indikator yang akan dijabarkan menjadi kisi-kisi polling antara lain ketepatan waktu mengajar, kemutakhiran sumber/bahan ajar, keterampilan memberikan contoh/motivasi kepada mahasiswa, kemampuan menggunakan metodologi mengajar, dan media yang digunakan dalam pembelajaran. [Nank]