Kamis, 21-Mar-2013 | 07:07:20
Kearsipan harus Diperkuat dengan Paradigma Surgawi

[www.uinsgd.ac.id] Indonesia memang sangat lemah dalam pengarsipan. "Untuk tokoh-tokoh Islam tahun 1930an kita tidak memiliki dokumen dan pangarsipannya. Bahkan harus meminta ke Belanda. Oleh karena itu, Indonesia diakui bukan negara yang kuat dalam pengarsipan, tapi sangat lemah," jelas Rektor UIN SGD Bandung, Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum, saat membuka Sosialisasi Penyusunan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) bertajuk "Melalui PDPT Kita Tingkatkan Sistem Pemutakhiran Data Akademik" yang didampingi oleh Pembantu Rektor (PR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Afifuddin, MM. dan dipandu oleh Administrasi Akademik Kemahasiswaan, Drs. H. Habuddin, M. S di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor Sumedang, Senin  (18/3).

Pentingnya sosialisasi PDPT untuk menertibkan admnistrasi dalam mengembangkan kualitas kampus. "Untuk itu, sosisialisasi ini sangat strategis untuk membangun UIN SGD Bandung ke depan yang lebih baik," tegasnya.

Rektor berharap "Dengan adanya kegiata ini bisa kearsipan harus diperkuat dengan memakai paradigma surgawi karena hidup di dunia ini hanya ada dua paradigma; Pertama, Surgawi, yakni hal-hal yang berkaitan dengan tindakan dan perbuatan yang baik. Kedua, Nerakawi, yaitu hal-hal yang berkenaan dengan tindakan dan perbuatan yang jahat," jelasnya.

Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat dicapai tujuan; "Pertama, Persamaan persepsi tentang data mahasiswa sebagai contoh dari tingkat Universitas dengan Fakultas. Kedua, Memudahkan data untuk akreditasi karena harus diakui akreditasi di UIN SGD masih banyak yang jeblok. Walapun dari segi SDM sangat baik kualitasnya, bahkan melebihi UIN yang lain. Ketiga, Mengingat respons yang banyak terhadap UIN SGD Bandung maka keberadaan pangkalan data ini bisa menjawab berbagai tantangan dan harus menjadi pusat informasi tentang khazanah keislaman," tambahnya.

"Untuk itu, pengorganisasian dan tertib administrasi sangat diperlukan dan mutlak untuk peningkatan kualitas kampus yang lebih baik," sarannya.

Acara yang diikuti oleh 49 Ketua Program Studi (Prodi) dan 1 operator untuk setiap Prodi ini berlangsung sampai sore.  Bagi Habuddin "Tertib administrasi, sehingga datanya tidak tercecer. Mulai dari data mahasiswa yang masuk sampai lulus," paparnya.

Mengenai teknik PDPT dipandu oleh Tim PDPT Universitas yang terdiri dari H. Cecep Nurul Alam, ST., MT., dan Ichsan Taufik, ST., MT. [Ibn Ghifarie, Agus Shulton]