Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Selasa, 24-Okt-2017 | 08:22:06
Tim IH Raih Juara I Debat Konstitusi Nasional

Tim debat Ilmu Hukum (IH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung meraih juara 1 pada kompetisi Debat Konstitusi Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) UIN Walisongo Semarang, Sabtu (21/10/2017).

Kompetisi debat, yang mempertemukan delegasi UIN Bandung dengan Universitas Negeri Padang dan UIN Sunan Kallijaga, di babak penyisihan dengan mosi perdebatan Kebijakan Impor Garam di kubu oposisi dan Revisi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa di kubu pemerintah. Pada semifinal, tim UIN Bandung dipertemukan dengan UIN Sunan Kalijaga 2 dengan mosi Privatisasi Air di kubu oposisi. Dan, pada tahap final, UIN Bandung berhadapan denga tim UIN Maliki Malang dengan mosi Perppu Ormas di pihak oposisi.

Dari 16 tim menjadi empat 4 chamber, hanya dipilih dua tim debat terbaik dan satu best speaker. Ke-16 tim adalah tim UGM Yogyakarta, Universitas Tanjung Pura, UIN SUKA, UIN Walisongo, UIN Maliki Malang, UKSW, UIN SGD Bandung, UPGRIS, UNU Surabaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Sumatera Utara, dan IAIN Purwokerto.

Tim debat Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa (LKDM) IH UIN Bandung terdiri atas M Rijaldy Alwi (IH/VII), Litya Surisdani Anggraeniko (IH/V) dan Reza Fasha Daradjat (IH/V). “Kami merasa senang atas prestasi yang diraih anak-anak. Prestasi yang membanggakan. Ini yang kedua, yang mudah-mudahan diikuti oleh prestasi lainnya,” ujar Dr Hj Dede Kania, SH.I, MH, pendamping delegasi IH UIN Bandung, yang sekaligus menjadi pembina LKDM IH.

Menurut Dr Dede Kania, tim IH UIN Bandung berkompetisi tanpa beban, hanya mengasah kemampuan dan keberanian, bukan mencari kemenangan. “Mereka lepas tanpa beban, karena niatnya untuk mengasah kemampuan. Walaupun kurang dukungan dari pihak kampus, tapi tim tetap semangat berlomba. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, selama kita mau berusaha,” katanya.

Sebelumnya, untuk bisa mengikuti kompetisi debat tersebut tim terlebih dahulu dinyatakan lolos dalam tahap seleksi essai.  Essai yang disusun tim debat LKDM IH berjudul “Hak untuk Hidup versus Hak untuk Mati; Pembaharuan Hukum tentang Euthanasia di Indonesia”. [khairul umam/nanang sungkawa]   




Selasa, 24-Okt-2017 | 07:30:45
Tim IH Raih Juara I Debat Konstitusi Nasional

[www.uinsgd.ac.id] Tim debat Ilmu Hukum (IH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung meraih juara 1 pada kompetisi Debat Konstitusi Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) UIN Walisongo Semarang, Sabtu (21/10/2017).

Kompetisi debat, yang mempertemukan delegasi UIN Bandung dengan Universitas Negeri Padang dan UIN Sunan Kallijaga, di babak penyisihan dengan mosi perdebatan Kebijakan Impor Garam di kubu oposisi dan Revisi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa di kubu pemerintah. Pada semifinal, tim UIN Bandung dipertemukan dengan UIN Sunan Kalijaga 2 dengan mosi Privatisasi Air di kubu oposisi. Dan, pada tahap final, UIN Bandung berhadapan denga tim UIN Maliki Malang dengan mosi Perppu Ormas di pihak oposisi.

Dari 16 tim menjadi empat 4 chamber, hanya dipilih dua tim debat terbaik dan satu best speaker. Ke-16 tim adalah tim UGM Yogyakarta, Universitas Tanjung Pura, UIN SUKA, UIN Walisongo, UIN Maliki Malang, UKSW, UIN SGD Bandung, UPGRIS, UNU Surabaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Sumatera Utara, dan IAIN Purwokerto.

Tim debat Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa (LKDM) IH UIN Bandung terdiri atas M Rijaldy Alwi (IH/VII), Litya Surisdani Anggraeniko (IH/V) dan Reza Fasha Daradjat (IH/V). “Kami merasa senang atas prestasi yang diraih anak-anak. Prestasi yang membanggakan. Ini yang kedua, yang mudah-mudahan diikuti oleh prestasi lainnya,” ujar Dr Hj Dede Kania, SH.I, MH, pendamping delegasi IH UIN Bandung, yang sekaligus menjadi pembina LKDM IH.

Menurut Dr Dede Kania, tim IH UIN Bandung berkompetisi tanpa beban, hanya mengasah kemampuan dan keberanian, bukan mencari kemenangan. “Mereka lepas tanpa beban, karena niatnya untuk mengasah kemampuan. Walaupun kurang dukungan dari pihak kampus, tapi tim tetap semangat berlomba. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, selama kita mau berusaha,” katanya.

Sebelumnya, untuk bisa mengikuti kompetisi debat tersebut tim terlebih dahulu dinyatakan lolos dalam tahap seleksi essai.  Essai yang disusun tim debat LKDM IH berjudul “Hak untuk Hidup versus Hak untuk Mati; Pembaharuan Hukum tentang Euthanasia di Indonesia”. [Khairul Umam/Nanang Sungkawa]