Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Senin, 2-Okt-2017 | 08:02:49
Dema-F Psikologi Gelar Seminar Psychopreneur

[www.uinsgd.ac.id] Rangkaian kegiatan Psychology Fair, Dema-F Psikologi UIN SGD Bandung gelar Seminar Psychopreneur dengan mengusung tema “Lembaran Juta Pertama”  bertempat di Ruang Auditroium Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung. Puluhan peserta hadir terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Zaki Perceka mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para wirausahawan muda piawai berbisnis di era modern dan digital. Menurutnya, para wirausahawan saat ini harus lebih melatih kemampuan menulis persuasif yang langsung mengarah pada alam bawah sadar konsumen dengan menggunakan teori-teori psikologi. “Jadi seminar Psychopreneur ini bagaimana cara kita untuk berdagang, tetapi bukan dengan berhadapan langsung dengan konsumen, tetapi lebih kepada bagaimana caranya agar konsumen tertarik dengan produk kita,” ujar Zaki.

Salah seorang pembicara, Darmawan Aji menjelaskan bahwa dalam berwirausaha terdapat presentase hal-hal apa saja yang dapat menarik minat konsumen, yakni 55 persen dilihat dari visual, 38 persen dari vokal atau cara mempresentasikan produk, dan sisanya 7 persen adalah verbal yakni kejelasan dalam penyampaian pesan sehingga konsumen dapat memahami dengan jelas produk kita.

Pria yang terkenal dengan buku Hypnowritting ini juga menegaskan agar  para wirausahawan muda harus menghilangkan pola pikir instan dan magic, karena semuanya perlu proses dan kesabaran. Ia menyarankan agar para wirausahawan dapat membuat para konsumen penasaran, kenal dan percaya dengan produknya terlebih dahulu dan jangan langsung menyuruh mereka untuk langsung membeli. “Ketika konsumen mulai membeli produk kita, pastikan mereka mendapat pelayanan terbaik, agar mereka puas dan kembali membeli produk kita,” ujarnya di depan para peserta seminar.

Salah satu peserta seminar, Revinda Firdaus mengaku  dengan seminar ini dirinya  mendapat pemahaman tentang teknik-teknik copy writting, yakni bagaimana menulis penjualan secara online tetapi tidak terlihat menjual. “Selain copy writting kita juga diberikan pemahaman tentang covert selling yah, tentang teknis-teknisnya juga, ya pokoknya pengetahuan saya tentang bisnis online semakin bertambah,” pungkas Revin. [Riswan Taufik Masdiana, Dadan M. Ridwan/Suaka]