Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Senin, 8-Mei-2017 | 15:57:08
UIN SGD Siapkan Wirausahawan Muda untuk Umat

[www.uinsgd.ac.id] Upaya mendorong dan menyiapkan wirausaha muda untuk umat, pihak UIN SGD Bandung bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM. Acara pelatihan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo yang didampingi Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, MSi, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Dr. Tedi Priatna, M.Ag di Aula Anwar Musaddad, Senin (8/5).

Dalam sambutannya Prakoso, menjelaskan penguatan SDM ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing sebagai modal mengembangkan usaha. Untuk itu, Kemkop dan UKM akan terus melanjutkan program penguatan kapasitas SDM, sehingga berdaya saing dan mampu menjadi wirausaha tangguh.

Kedeputian SDM memiliki lima fokus pengembangan, yakni kewirausahaan, koperasi, peran serta masyarakat, sertifikasi, serta standardisasi dan penelitian. Masing-masing bidang memiliki program tersendiri. Misalnya, bidang peran serta masyarakat fokusnya pada pelatihan keterampilan teknis operasional. Tahun ini keterampilan teknis diarahkan ke pelaku UMKM di daerah perbatasan dan daerah tertinggal. Sedangkan di bidang kewirausahaan diadakan pelatihan yang sasarannya anak muda dan mahasiswa.

"Yang diperlukan SDM. Ilustrasinya tidak semua orang bisa jadi orang kaya, karena jika tidak punya ilmu dan tidak disiplin dalam pengelolaan uang, maka akan pendek waktunya kita memiliki uang. Kita sering melihat orang mendapatkan uang yang banyak, namun sayangnya habis karena sifat konsumtif. Nah, kita didik bagaimana menjadi wirausaha dan mengelola keuangan dan usaha, memasarkan barangnya, bagaimana cara permodalan, dan menambahnya," paparnya. 

Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., saat mengapresiasi pelatihan ini untuk  berbagi pengalaman dengan mahasiswa yang sejak kuliah harus memulai berbisnis. "Salah satu kiat yang disampaikan untuk berani memulai membangun jiwa enterpreneurship sejak dini adalah dengan menciptakan suasana kepepet atau berusaha keluar dari zona nyaman (comfort zone). Saat itu semester lima saya berkirim surat pada orang tua untuk tidak mengirim uang bulanan lagi, dan bertekad untuk mandiri memulai bisnis, dalam situasi yang sulit seperti itu biasanya kreativitas itu muncul, berbagai ide muncul untuk bisa survive atau bertahan hidup", kenangnya.

Rektor berharap kepada para mahasiswa "agar tidak hanya berhenti di kegiatan pelatihan kewirausahaan ini, akan tetapi kegiatan ini menjadi modal ilmu pengetahuan dan motivasi bagi para mahasiswa untuk berani mencari peluang usaha kemudian mengimplementasikan ilmu tersebut untuk membangun bisnis, menjadi pengusaha yang sukses yang pada akhirnya tidak hanya profit oriented tetapi Anfauhum Linnas oriented," optimisnya.  

Selain kreativitas dan inovasi dalam berwira usaha sebagai ikhtiar lahir, ikhtiar bathin juga harus beriringan dilakukan dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui shalat malam, shalat dhuha, berdzikir, dan puasa sunnah.

Rektor membayangkan,  "jika ikhtiar bathin ini menjadi suatu sistem dimana mahasiswa semester awal semuanya menjalankan puasa sunnah senin kamis dan mahasiswa semester akhir menjalankan puasa Daud, saya menjamin mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan menjadi unggul disegala bidang," terangnya.

Dalam kesempatan ini Rektor berpesan, "Untuk itu, jadilah pengusaha atau wirasauaha muda yang bermanfaat untuk umat (Anfauhum Linnas) karena keberadaan kita ini sangat dinantikan di tengah-tengah masyarakat ini," pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]