Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Selasa, 29-Ags-2017 | 08:03:57
UIN SGD Berdayakan Ekonomi Desa Melalui Produk Gula Semut

[www.uinsgd.ac.id] Kelompok Kerja (Pokja) PKM LP2M UIN SGD Bandung bekerjasama dengan Dinas Sosial P3A Kota Banjar adakan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Sabtu (26/08/2018). Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial, Erni Suwartini, selain itu juga di hadiri oleh Ketua Pokja PKM LP2M, Deni Kamaludin Yusup, Kepala Desa Binangun, dan sejumlah mahasiswa UIN SGD Bandung yang sedang KKN di Pataruman.

Bertajuk “Workshop Manajemen Pemasaran Produk Gula Semut;”, Kegiatan tersebut diikuti oleh 24 orang Ibu-ibu pengrajin gula semut, asinan papaya, dan dodol. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ini merupakan salah satu program pengabdian dosen yang mana kali ini bentuk pengabdiannya diimplementasikan dengan mengembangan salah satu home industry yang ada di Desa Binangun, Banjar.

Ketua Pokja PKM LP2M sekaligus Ketua Jurusan MKS, Deni Kamaludin Yusup dalam sambutannya mengatakan  bahwa ini kali kedua KKN dari UIN SGD Bandung memberdayakan masyarakat Banjar, tapi kebanyakan programnya hanya focus pada bidang pendidikan, agama dan social. “Saya banyak melihat program KKN UIN SGD Bandung ini sangat sedikit yang menyentuh pemberdayaan ekonomi, padahal ada jurusan Ekonominya. Nah ini tugas saya,” Ujar Ketua Pokja, Deni Kamaludin Yusup, Sabtu (26/08/2018)

Sekretaris Dinas Sosial, Erni Suwartini dalam sambutannya berharap mudah-mudahan dengan adanya workshop ini produk yang ada di kota banjar itu bisa terangkat kembali. “saya berharap setelah kita bisa memproduksi, kita juga bisa mengemasnya, mendapatkan merk dagang, izin usaha, dan sertifikasi halal. Semoga Workshop ini bisa membantu,” Pungkas Sekretaris Dinas Sosial, Erni Suwartini

Dalam workshop ini terdapat tiga pemateri yang merupakan dosen-dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung. Pemateri pertama, Dosen MKS, Widiawati yang memaparkan materi perihal Manajemen Pemasaran Produk Gula Semut. Pemateri kedua, Dosen PMH, Ayi Yunus yang memaparkan materi perihal Pentingnya Kualitas Produk, Promosi, dan Media Sosial.  Dan pemateri ketiga, Kajur MKS, Deni Kamaludin Yusup yang memaparkan materi perihal Pentingnya Sertifikasi Halal di Indonesia, dan Bagaimana Cara Memperoleh Sertifikasi Halal Tersebut.

Ketua Pelaku Usaha produk gula semut, Yeti Saripah menjelaskan keunggulan gula semut sehingga memang patut dikonsumsi. Pertama, gula semut itu belum banyak yang memproduksi di Jawa Barat yang baru memproduksi gula semut diantara Banten, Pangandaran, Cianjur, dan Desa Binangun Banjar. Kedua, produk gula semut Desa Binangun Banjar ini lebih alami karena tanpa bahan pengawet “Pelatih dari Pangandaran saja mengatakan gula semut disini lebih bagus dan enak,”ujarnya. Selain itu gula semut bagus dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Yeti Saripah juga menambahkan yang menjadi hambatan susahnya berkembangnya produk gula semut ini diantara, belum adanya rumah produksi, sumber daya manusia yang memang kurang skill dan kurang paham bagaimana sebenarnya kerja kelompok dan bagaimana membangun kerjasama dalam kelompok. Lalu masalah pemasaran, produk gula semut Desa Binangun tersebut belum mempunyai merk dagang jadi sulit untuk meningkatkan nilai jual.

“Saya berharap kedepannya produk gula semut Desa Binangun Banjar ini bisa lebih maju sehingga masyarakat itu bisa sejahtera. Saya berharap penjualan gula semut ini dapat menambah uang saku mereka para pengerajin karena rata-rata mereka hanya ibu rumah tangga dan buruh tani.” Tutup Ketua Pelaku Usaha, Yeti Saripah. []