Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Kamis, 26-Okt-2017 | 15:55:22
SI Gelar Konferensi Internasional Bahasa, Sastra & Budaya

[www.uinsgd.ac.id] Untuk menjawab tantangan di era digital bidang sastra, Jurusan Sastra Inggris (SI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGS Bandung bekerjasama dengan Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menggelar Koferensi Internasional I (IC-CALL 2017) bertajuk "Bahasa, Sastra dan Budaya di Era Teknologi Digital dan Ruang Publik" dengan menghadirkan narasumber: Prof. Agus Salim Mansyur, M.Pd (Direktur Pascasarjana UIN SGD Bandung), Eri Kurniawan, M.A., Ph.D (dosen Pendidikan Bahasa Inggris & Program Studi Linguistik, Sekolah Pascasarjana UPI), Prof. Shrimati Das (dosen Kranatax University, India), Jason Nelson, Ph.D (pakar Sastra Digital dari Australia)  yang dibuka secara resmi oleh Dekan FAH, Dr. Setia Gumilar, S.Ag, M.Si di Aula Anwar Musaddad, Kamis (26/10).

Dalam sambutanya Dekan FAH menjelaskan "Seminar Internasional Jurusan Sastra Inggris ini merupakan rangkaian dari Pekan Ilmiah II FAH UIN SGD Bandung yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 23 sampai 27 Oktober 2017 yang dilengkapi dengan Aksi Kreativitas Akademik dan Budaya (AKRAB), menampilkan aneka lomba Akademik dan Olahraga, serta Pentas Seni Mahasiswa," tegasnya.

Dengan mengutip tulisan Haidar Bagir tentang Amnesia Buku, Dekan FAH menguraikan kehilangan ketelatenan membaca buku yang memiliki keluasan dan kedalaman yang cukup akibat dimanjakan oleh teknologi komputer yang menawarkan kecepatan tinggi untuk mengakses banjir informasi yang ada di internet, gaya mereka mencari informasi yang bersifat multi-tasking juga telah memperparah gejala ini. "Ini menjadi tantangan bagi kalangan akademisi untuk menghadirkan minat baca, tradisi menulis dan publikasi dosen, mahasiswa di era digital," tegasnya.

Kehadiran sastra siber mulai menggantikan sastra koran, seperti diungkapkan oleh Ahmadun Yosi Herfanda. Menurut Ahmadun, media publikasi karya sastra, kini sedang berevolusi dari media cetak ke media siber. Di era sastra siber, yang penting adalah membudayakan sistem seleksi atau kurasi yang ketat agar kualitas sastra Indonesia secara umum tidak terdegradasi. 

Dekan FAH berharap, "Mudah-mudahan dengan adanya Konferensi Internasional yang diikuti 83 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi ini kita dapat merumuskan secara metodologi dan subtansi untuk mencetak sastra digital. Mari kita berkarya secara bersama-sama untuk mewujudkan budaya kampus yang dosen dan mahasiswanya rajin menulis dan hasil penelitianya dipublikasikan pada jurnal," terangnya. 

Ketua Jurusan SI, Lili Awaludin, MA menuturkan soal tema pada IC-CALL 2017 ini, "Muncul terkait dengan perkembangan bahasa, sastra dan budaya di era modern ini mengalami perubahan dan pergeseran karena imbah kemajuan teknologi dan informasi," paparnya.

Mengenai empat pakar bahasa, sastra dan budaya yang diundang pada IC-CALL 2017, Kajur SI menjelaskan "Jason Nelson, PhD sebagai pakar dan praktisi sastra digital dari Australia yang membahas sastra digital di era modern; Prof. Shrimati Das pakar bahasa di era teknologi yang akan membahas pengaruh teknologi dalam ranah bahasa dan budaya; Prof. Agus Salim Mansyur sebagai ahli kurikulum bahasa yang menyampaikan tentang tantangan kurikulum bahasa di era digital; dan Eri Kurniawan,Ph.D sebagai presiden asosiasi linguistik terapan Indonesia (ALTI) yang akan membahas perkembangan ilmu linguistik di era media digital."

Acara IC-CALL 2017 ini dihadiri, "Para akedemisi, dosen, guru dan pencinta bahasa dan sastra yang mempresentasikan makalah hasil penelitiannya di ajang pertemuan ilmiah. Panitia menerima 83 abstrak terkait bidang bahasa, sastra dan budaya. Makalah ini dipresentasikan oleh para pemakalah pendamping sebagai ajang berbagi sekaligus sosialisasi hasil penelitian," pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]