Rektor Corner
Peran mahasiswa yang begitu populer sebagai agent of change. Banyak terjadi perubahan-perubahan dahsyat berkat kerja keras para mahasiswa. Dari dulu sampai sekarang, mahasiswa menunjukkan perannya yang sangat vital dalam...next »



e-Journal



Jumat, 21-Apr-2017 | 08:11:05
Rektor UIN SGD Lepas 77 Kotingen Pionir VIII Banda Aceh

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si melepas 77 mahasiswa peserta kontingen Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) VIII Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia, di Aula Student Center (SC), Jln. A.H. Nasution 105 Kota Bandung, Kamis (20/4). Para peserta akan mengikuti kompetisi mulai 26 April sampai1 Mei 2017 di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

“Pionir merupakan ajang kompetisi keilmuan, olahraga, seni, dan riset tingkat nasional bagi mahasiswa PTKIN yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Kegiatan ini untuk mencari mahasiswa unggul, baik dalam prestasi akademik maupun keolahragaan dan seni. Di samping itu untuk memperkuat silaturahmi antar-PTKIN di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Mahmud seusai acara.

Dijelaskannya,  kegiatan yang diperlombakan dan dipertandingkan yakni bidang keilmuan, olahraga, seni, dan riset. Keilmuan meliputi debat bahasa arab, debat bahasa Inggris, musabaqah makalah Qurani (MMQ), dan musabaqah qira-atul kutub (MQK). Cabang olahraga, meliputi futsal, volley ball, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, takraw, pencak silat, basket, dan karate.

Bidang seni meliputi musabaqah tilawatil Quran (MTQ), musabaqah hifdzil Quran (MHQ), musabaqah syarhil Quran (MSQ), kaligrafi, pop solo islami, desain dan peragaan busana muslim, puitisasi Alquran, dan marawis. Bidang riset, yaitu karya tulis dan karya inovatif mahasiswa.

Rektor berpesan kepada seluruh peserta untuk meluruskan niat agar semua aktivitas yang dilakukan selama dalam kegiatan bernilai ibadah. Selain itu, semua peserta harus menjaga etika dan akhlakul karimah sebagai identitas dari perguruan tinggi Islam. Para peserta juga diminta agar tidak mengeluarkan kata-kata kotor dalam pertandingan. Sebaiknya setiap ungkapan, baik yang bernada kekesalan maupun  kegembiraan diganti dengan kalimah tayibah, seperti hamdallah, istigfar, dan tasbih.

“Setiap kali mengawali acara harus dimulai dengan berdoa yang dipimpin langsung oleh tim pendamping. Salat sunah tidak boleh ditinggalkan, malahan harus ditingkatkan dengan melakukan salat tahajud," ungkapnya.

Ketua Kontingen, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. menargetkan, pada Pionir kali ini UIN SGD Bandung untuk keluar sebagai juara umum. Pihaknya mengaku sangat optimistis karena materi peserta yang dibawa tahun ini cukup bagus dan sudah dipersiapkan secara matang.

“Waktu berlatih untuk para peserta kami anggap cukup matang. Di Tulungagung kami juara umum. Oleh karena itu di Banda Aceh pun kami optimistis akan keluar sebagai juara,” tegasnya.

Kendati demikian, menurutnya, para peserta Pionir tidak perlu merasa terbebani oleh target juara umum yang ditetapkan. Yang paling penting, katanya, bermain secara maksimal, mengerahkan semua teknik, taktik, dan strategi disertai doa yang ikhlas.

 “Semuanya serahkan kepada Allah. Kita hanya bisa berikhtiar. Motivasi ini perlu kita tanamkan secara bersama-sama untuk mendapatkan juara. Tekad kita, tidak pilang tanpa gelar juara," ujarnya di hadapan para peserta. (B-47)