Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Kamis, 20-Apr-2017 | 14:06:03
Rektor Lepas 77 Kotingen Pionir VIII Banda Aceh

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si melepas 77 peserta kontingen Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) VIII Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Aula Student Center (SC), Kamis (20/4).

Pionir VIII ini akan diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, pada 26 April-1 Mei 2017. Pionir merupakan ajang penyelenggaraan kompetisi keilmuan, olahraga, seni dan riset tingkat nasional mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI. Pionir dilaksanakan secara multi-event yang diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali dengan maksud memberikan pembinaan dan mencari mahasiswa unggul baik dalam prestasi akademik maupun keolahragaan dan seni serta memperkuat silaturahmi antar perguruan tinggi keagamaan di lingkungan kementerian agama.

Untuk cabang perlombaan yang dipertandingkan dan perlombaan dalam PIONIR; Pertama, 4 (empat) Bidang Ilmiah, yaitu; Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqah Makalah Qur’ani (MMQ) dan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK); Kedua, 10 (sepuluh) Cabang Olah Raga, yaitu; Futsal, Volley Ball, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Panjat Dinding, Takraw, Pencak Silat, Basket, dan Karate; Ketiga, 8 (delapan) Seni, yaitu; Musabaqah Tilawah al-Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design dan peragaan Busana Muslim, Puitisasi Alquran, dan Marawis; Keempat, 2 (dua) bidang Riset, yaitu Karya Tulis dan Karya Inovatif Mahasiswa.

Dalam sambutanya Rektor berpesan untuk meluruskan niat, ikuti segala proses perlombaan sesuai aturan dan berakhlak karim selama bertanding. "Saya titip pesan kepada seluruh kontingen UIN SGD Bandung yang akan mengikuti Pionir untuk; Pertama, Luruskan niat. Semuanya dalam rangka ibadah kepada Allah. Karena segala sesuatu itu tergantung niat. Maka jadilanlah olahraga ini dalam kerangka ibadah. Misalkan saat pertandingan futsal berlangsung dan berhasil memasukan gol, tidak menyebutkan kata-kata kotor, tapi keluarlah ucapan alhamdulillah sambil melakukan sujud syukur sebagai cerminan dari akhlak karimah," tegasnya.

"Kedua, dalam setiap pertandingan untuk berkompetisi harus diikuti dengan cara ikhtiar lahir dan batin. Latihannya harus bagus, doanya mesti bagus supaya mendapatkan hasil atauprestasi yang membanggakan. Oleh karena itu, untuk mengawali setiap acara harus dimulai dengan berdoa yang dipimpin langsung oleh tim pendamping. Kalau perlu shalat yang sunah tidak ditinggalkan, malahan harus ditingkatkan dengan melakukan shalat tahajud," paparnya.

Rektor sepakat untuk kontingen Pionir dari UIN SGD Bandung harus mendapatkan prestasi yang membanggakan. "Jangan jadikan beban, tapi bebaskan dan serahkan segala ikhiar lahir dan batin kepada Allah untuk meridhoi segala aktivitas kita, sehingga modal kekuatan ini menjadi pemicu untuk meraih prestasi," ujarnya.

Menurut Ketua Kontingen, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. kehadiran 77 atlet dari kontingen UIN SGD Bandung untuk mengikuti 20 perlombaan pada Pionir ini, "Jadikan Pionir sebagai ruh jihad untuk meraih prsetrasi yang membanggakan kampus tercinta, karena di pundak saudara tergantung harapan mahasiswa yang menginginkan juara," terangnya.

Wakil Rektor III merasa optimis dalam mengikuti Pionir di Banda Aceh ini, "Dengan bermodalkan juara di Tulungagung. Mudah-mudahan kita mendapatkan juara di Pionir," paparnya.

Kendati semangat untuk meraih prestasi, Wakil Rektor mengingatkan kepada seluruh kontingen."Jangan dijadikan beban, tapi bebaskan. Semuanya serahkan kepada Allah. Kita hanya bisa berikhiar. Motivasi ini perlu kita tanamkan secara bersama-sama untuk mendapatkan juara," tegasnya. 

Wakil Rektor III memberikan semangat, "Saya yakin bisa, saya yakin mampu dan saya yakin hebat untuk mengikuti Pionir sampai tuntas, sehingga mendapatkan juara. Jangan kembali pulang, sebelum kita yang menang, walau harus mati di medan juang, demi kampus tercinta yang jadi juara," pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]