Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Selasa, 19-Des-2017 | 15:58:00
Muslim Moderat Harus Suarakan Pesan Cinta & Damai

[www.uinsgd.ac.id] Islam dicitrakan negatif, bahkan  diidentikkan dengan terorisme dan kekerasan. Padahal Islam itu selalu mengajarkan kecintaan (rahmah) dan kedamaian (salam). “Negatifnya terdengar lebih nyaring daripada damainya. Di festival Islam Cinta, kaum muslimin  moderat menyuarakan pesan cinta dan damai Islam,” ungkap Dr. Ayi Yunus Rusyana, M.Ag dalam sambutan  Festival Islam Cinta  2017 yang digelar Jurusan Perbandingan Mazhab Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Komunitas Volunteer UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Gerakan Islam Cinta di Aula Anwar Musaddad UIN SGD, Selasa (19/12). 

Selama ini citra Islam semakin dirusak dengan munculnya kelompok-kelompok yang memaksakan pendapat, kehendak di kalangan umat Islam sendiri, yang tak jarang juga menghalalkan kekerasan. Jika dibiarkan akan menjadi ancaman serius bagi keutuhan dan kerukunan bangsa. 

Demikian dasar pemikiran lahirnya Gerakan Islam Cinta (GIC) yang digagas Dr. Haidar Bagir, yang kerap melakukan promosi-promosi perdamaian melalui kemasan Festival Islam Cinta  (FIC) di berbagai daerah di tanah air ini. “Untuk FIC tahun ini digelar di Kampus UIN SGD Bandung selama 12 hari (08-19 Desember 2017. Dengan menghadirkan peserta sekitar dua ribuan, terdiri dari mahasiswa dan umum,” jelasnya. 

Festival diisi dengan rangkaian  acara: seminar, talkshow, workshop, dan pentas seni oleh sejumlah tokoh, cendekiawan, budayawan, aktivis, dan seniman. Digelar juga bazaar Islam cinta yang  diikuti oleh organisasi dan komunitas perdamaian dan layanan masyarakat;  bincang buku, nobar film Islam Cinta, pentas puisi Islam Cinta, lomba baca puisi, focus group discussion (FGD) yang diisi para penggerak perdamaian lokal, nasional dan internasional. 

Acara FIC berskala nasional yang digelar sejak tahun 2015 dengan tujuan untuk menjadi salah satu kegiatan promosi perdamaian Islam terbesar di Indonesia, mencegah meluasnya pemikiran dan gerakan sosial yang menggunakan cara-cara kekerasan. “FIC intinya mewujudkan cinta kasih dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.   

Hadirnya FIC di kampus UIN SGD Bandung, pihak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung sangat mengapresiasi dan mendukung FIC, yang difasilitasi oleh Prodi PMH ini. Dengan harapan bisa menggugah hati semua masyarakat Indonesia akan pentingnya sebuah cinta, kedamaian, dan toleransi. “Cinta tidak memandang usia, wilayah, agama, dan etnis. Dan, masalah cinta ini banyak digores di dalam Al-Qur’an,” kata Dekan FSHm Dr. H Ah Fathonih, M.Ag.  

Termasuk dalam hal berumah tangga pun, bertujuan mawaddah wa rahmah. Dalam arti,  tak mungkin saling menyayangi tanpa ada cinta. Bahkan maksud tujuan dari syariah (hukum Islam) itu sendiri pada hakikatnya menciptakan kemahlasahatan bagi umat. Dan, tidak mungkin tercipta kemaslahatan tanpa ada cinta. “Kami berharap para mahasiswa pun bisa memaknai hakikat cinta dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Nanang Sungkawa, Humas Al-Jamiah)