Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Jumat, 27-Okt-2017 | 08:06:16
Kemenkeu Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Dalam SBSN

[www.uinsgd.ac.id] Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat  Jenderal Pembiayaan Syariah dan Resiko menggelar Training of Trainers (ToT) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Level I di Aula Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung, Kamis (26/10/2017). Kegiatan ToT tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Ahmad Fathoni, Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Transaksi SBSN Kemenkeu RI, Langgeng Basuki dan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Ahmad Fathoni dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Keuangan RI karena telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada FSH  untuk ikut terlibat dalam program ini. Ia juga menyambut positif dan sangat mendukung penuh kegiatan ToT yang dilaksanakan oleh Kemenkeu, terutama berkenaan dengan pengembangan investasi pada segmen Surat Berharga Syariah Negara.

“Harapan kami mudah-mudahan  program ToT sukuk Negara bagi dosen dilingkungan PTU PTKIN merupakan pintu pembuka untuk melaksanakan program selanjutnya,” tuturnya.

Senada dengan Dekan FSH, Rektor UIN SGD Bandung pun mengamini untuk mendorong kalangan sivitas akademika UIN SGD Bandung dan Perguruan Tinggi lainnya untuk berinvestasi di segmen SBSN. Menurutnya, Sukuk Negara bukanlah barang baru bagi kalangan kampus UIN karena selain menjadi bagian pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah.

“SBSN tersebut juga menjadi instrument utama yang digunakan oleh pemerintah dalam pembangunan sarana fisik termasuk pembangunan Kampus II dan III UIN SGD Bandung,” ujar Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud.

Dalam kegiatan ToT tersebut juga dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN SGD Bandung dan Kementerian Keuangan RI yang ditandatangani oleh Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, dan Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Transaksi SBSN Kementerian Keuangan Republik Indonesia Langgeng Basuki, yang didampingi oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Ahmad Fathonih serta disaksikan oleh 100 orang perwakilan peserta utusan dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Barat.

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Transaksi SBSN Kementerian Keuangan RI, Langgeng Basuki dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan sangat konsen sekali dalam sosialisasi dan deseminasi Sukuk Negara ini, oleh karena itu,ada target deseminasi dalam bentuk kegiatan Training Of Trainers (ToT). Selanjutnya mengenai SBSN ia juga menambahkan bahwa SBSN berdasarkan UU NO 19 tahun 2008 merupakan alternatif pembiayaan di dalam APBN.

Langgeng Basuki memaparkan bahwa kegiatan ToT ini merupakan agenda dari pimpinan yang telah diagendakan sejak dua tahun lalu tetapi baru terealisasi sekarang. “Kegiata ToT ini targetnya memang tenaga pendidik dan dosen agar bisa mensosialisasikan ke anak didiknya di kampus masing-masing,” paparnya.

Ini merupakan program investasi surat berharga syariah Negara di samping kita sosialisasi juga memberi tahu potensi instrument kami untuk berinvestasi dan juga ingin mengenalkan siapa saja sih investornya. Ia menjelaskan bahwa Instrument ini sangat aman dan menguntungkan. “Amannya instrument ini karena dijamin undang-undang dan juga berbasis syariah. Keuntungannya disini karena ada imbalannya setiap pembelian,” pungkasnya

Dalam MoU tersebut terdapat sharing informasi terkait pengembangan Surat Berharga Syariah Negara dan secara umum mengenai keuangan syariah. Oleh karena itu nanti follow upnya secara berkala dan sekaligus membuka peluang bagi UIN SGD Bandung untuk hadir di Institusi kami dan followup nya akan lebih di optimalkan lagi.

Dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) tersebut beberapa pemateri menyampaikan materi diantaranya, Oni Sahroni yang menyampaikan materi mengenai Sukuk Negara dalam Fatwa DSN, Langgeng Basuki menyampaikan materi mengenai Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara), Ernawati menyampaikan materi penerbitan dengan pengelolaan Sukuk Negara, Rachmad Faudji menyampaikan materi Pembiayaan Infrastruktur melalui Sukuk Negara. [Humas Al-Jamiah]