Rektor Corner
Apa yang dapat dilakukan oleh para insan pendidikan Islam untuk menjauhkan murid-murid dari tindakan yang berpotensi mengarah pada terorisme atau penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai...next »



e-Journal



Jumat, 7-Jul-2017 | 08:04:17
Gubernur Jabar: UIN SGD Lokomotif Peradaban Dunia

[www.uinsgd.ac.id] Gubernur Jawa Barat Dr H Ahmad Heryawan menaruh harapan besar kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menjadi lokomotif peradaban dunia. Kenapa tidak? UIN Bandung banyak melahirkan  sumber daya manusia yang menguasai ilmu agama (ulum) dan ilmu umum (funun), sebagai piranti dan tata nilai dalam menggerakkan kehidupan manusia. 

Harapan ini disampaikan Gubernur saat memberikan tausiyah dalam acara Halal Bihalal sivitas akademika UIN SGD, Rabu (5//2017). "UIN SGD dengan kekuatan ulum dan funun bisa mewakili Indonesia menjadi lokomotif perdaban dunia. Saya yakin itu!" tegas Gubernur.

Gubernur tidak melihat kampus lain sepotensi UIN SGD, karena kekuatan ulum-nya. "Hanya tinggal menyempurnakan sistem, mulai dari input sampai outputnya. Jangan lupa menggangdeng pesantren agar bisa melahirkan orang-orang hebat. Nanti lulusan UIN SGD tidak saja unggul secara materi, tetapi juga unggul dan terarah secara rohani. Itu makna ...fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah..." jelasnya.

Untuk memperkuat funun, lanjut Gubernur, silakan UIN SGD menambah fakultas umum, tetapi jangan lupa yang pokoknya yaitu agama. Hal lain yang penting dikembangkan yaitu soal keterampilan dan ilmu dagang atau wirausaha, agar para lulusannya mampu kompetitif di  masyarakat. 

Harapan Gubernur disambut baik oleh Rektor UIN SGD Prof Dr H Mahmud, M.Si. Bahkan kini Rektor tengah menggelindingkan program JABAR MENGAJI, dengan pengembangan dan penguatan kuantitas dan kualitas tahfiz Quran di kalangan mahasiswa. "Kami membuka jalur khusus untuk mahasiswa baru. Bagi yang hafal Quran 5 juz, masuk pada jalur khusus, tidak perlu ikut tes umum," katanya.

Bagi para hafiz Quran asramanya juga harus steril, akan ditampung di tempat khusus yaitu "Rumah Quran", yang kini masih dalam tahap pembangunan infrastrukturnya. "Kami sangat mengharapkan dukungan Gubernur Jabar dalam rangka percepatan program Jabar Mengaji ini," harap Rektor.

Dalam suasana Iedul Fitri ini, Prof Mahmud juga mengajak kepada semua sivitas akademika untuk kembali ke fitrah kampus. Yakni sebuah komitmen independensi,  kejujuran, dan objektivitas; selaras dengan makna ulil albab sebagai penegak kejujuran dan keadilan.

"Mari kita sukseskan berbagai program kampus sesuai dengan posisinya masing-masing. Kita bersyukur, UIN SGD kini sudah ada kemajuan: Peringkat tertinggi meraih HAKI, posisi di level 100 perguruan tinggi favorit (5 besar di antara PTKIN), dan peringkat kedua peraih Index Scopus (setelah UIN Jakarta)," jelasnya.[nanang sungkawa]