Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Rabu, 5-Jul-2017 | 18:49:53
Gubernur Jabar Sumbang 2,5 Milyar untuk Rumah Al-Quran

[www.uinsgd.ac.id] Kehadiran UIN SGD Bandung sebagai perguruan tinggi negeri di lingkungan Jawa Barat harus menjadi penggerak peradaban dunia Islam yang bersumber dari Al-Quran. "UIN SGD Bandung harus menjadi lokomotif peradaban Islam. Kehadiran mahasiswa UIN SGD Bandung yang tahfid al-Quran itu menegaskan salah satu tanda upaya mencetak dan membangun peradaban Islam," ungkap Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam acara Halal Bihalal halal Keluarga Besar UIN Sunan Gunung Djati bertajuk "Aktualisasi Nilai Ukhuwah dalam Kebhinekaan Menuju Persatuan Umat dalam Bingkai NKRI" di Aula Gedung Anwar Musaddad, Rabu (5/7). 

UIN SGD Bandung merupakan perguruan tinggi yang mampu memadukan dua kutub keilmuan, antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Dengan mengutip pendapat Ibnu Qoyyim al-Jauziyah, Ahmad Heryawan menyebutkan bahwa membangun sebuah peradaban perlu dengan dua hal, pertama, al-‘ulum. kedua, al-funun. Al-‘ulum merupakan istilah sumber keilmuan yang di ekstrak dan digali dari wahyu Tuhan, terutama dari Al-Quran. Kandungan yang ada dalam sumber ini akan meningkatkan kekuatan rohani karena akan mengajarkan seluruh kebaikan hidup, yang akan membentuk karakter dan moralitas sebuah bangsa. Al-funun merupakan keilmuan yang bersumber dari fenomena-fenomena dan gejala alam yang dapat dipelajari. Model inilah yang membentuk banyak disiplin ilmu, seperti ekonomi, sosial, politik, sains dan teknologi yang kesemuanya bersumber dari gejala alam dan kehidupan masyarakat. "Jika kedua kutub ini dapat dipertemukan, maka bisa dipastikan sebuah peradaban (hadlarah shahihah) yang besar tentu akan lahir," tegasnya.

Gubernur Jabar mengajak untuk memperkokoh cara pandang keislaman sebagai pandangan hidup di tengah-tengah masyarakat dalam membangun peradaban dunia. “Islam tidak diturunkan untuk menyebabkan kesengsaraaan dan tidak pula untuk menimbulkan kemiskinan ataupun keterbelakangan. Risalah Islam diturunkan guna membangun peradaban hakiki untuk menghadirkan kesejahteraan, kebaikan, kedamaian, untuk memelihara agama serta mengelola dunia,” jelasnya. 

Mengenai  tema acara, Gubernur Jabar mengatakan “Bagi umat muslim, perbedaan kebhinekaan bukan barang baru bukan barang aneh dan bukan sekedar makna kehidupan.Jika ada sejumlah orang yang meremehkan kaum muslim dan juga kebhinekaan, maka mereka menghindari sejarah terlindungi. Mari kita hadirkan kaum muslimin sebagai unsur mayoritas terbesar yang mengisi masa depan Indonesia dengan baik,” tegasnya.  

Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menjelaskan seiring perkembangan peradaban manusia dan kemajuan teknologi, maka saat ini dibutuhkan kemampuan untuk merespon tantangan perkembangan zaman. "Salah satu caranya dengan menjadikan mahasiswa penghafal Al-Quran itu di asramakan selama satu tahun di Rumah Al-Quran untuk menyiapkan lulusan yang sarjana-ulama dan ikut mendorong terlahirnya peradaban Islam Indonesia."   

Al-Qur’an yang merupakan kitab samawi dan wajib diyakini oleh umat Islam sudah seyogyanya di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga era globalisasi saat ini bisa dihadapi dengan tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman.

Rektor menegaskan "Memahami dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan kewajiban bersama, hal ini juga dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad S.A.W. Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkan-Nya.”  

UIN Sunan Gunung Djati Bandung, merupakan perwujudan dari nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat tepat menjadi penggerak pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan akademik dan kehidupan bermasyarakat, terutama dalam kontek sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan sains dan teknologi.

Melalui Lembaga Tahfidz inilah UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan fasilitas kepada mahasiswa. "Yang tinggal di Rumah Al-Qur’an untuk memudahkan dalam mepelajari Al-Qur’an khususnya dalam menghafal Al-Quran, dengan cara memberikan pembinaan/pengujian melalui murojaah dan setor hapalan," paparnya. 

Untuk membangun Rumah Al-Quran ini, Gubernur Jawa Barat berjanji akan memberikan sumbangan sebasar Rp. 2,5 M. "Dari proposal yang diajukan oleh UIN SGD Bandung sebesar 3 M, Saya akan memberikan bantuan sebesar 2,5 M. Sisanya saya memberikan kesempatan kepada yang lain untuk menyumbangnya," ungkap Ahmad Heryawan.

Atas keberhasilan dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM, dalam kesempatan Halal Bihalal ini Rektor memberikan penghargaan kepada 7 dosen yang mendapatkan HKI. "Dari 43 dosen di lingkungan UIN SGD Bandung yang mendapatkan HKI itu bertambah jumlahnya menjadi 50 orang."  

Halal bihalal dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Prasetiyani, para guru besar, para dosen, dan karyawan UIN Sunan Gunung Djati. Rektor berharap atas kehadiran Gubernur Jabar, “Saya berharap ke depan Pak Gubernur sehat terus panjang umjur dan kita berharap, umat Islam Jawa Barat, Bapak Gubernur tidak hanya berhenti di tingkat Provinsi, kita berharap beliau ada dukungan dan punya kesempatan untuk mengabdi di tempat yang lebih tinggi lagi, sehingga lebih luas lagi manfaat kehadiran bapak di negeri yang kita cintai ini,” ujarnya.

Rektor mengatakan "Saya jujur dengan tulus mengatakan luar biasa, ketika saya ngobrol bersama beliau perihal SDM di PTAIS kekurangan tenaga dosen dengan serta merta beliau mersepon memberikan beasiswa untuk setiap PTAIS yang ada di Jawa Barat,” pungkasnya. 

Untuk menjalin kerjasama UIN SGD Bandung dengan Provinsi Jawa Barat, maka dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. [Humas Al-Jamiah]