Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Selasa, 15-Ags-2017 | 17:28:35
FTK UIN SGD-FITK UIN Suka Gelar Seminar Penguatan Pendidikan Karakter

[www.uinsgd.ac.id] Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung dengan Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA), Pendidikan Islam (PI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Seminar Bersama bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Multidisipliner" di Aula FTK UIN SGD Bandung, Selasa (15/8)

Dalam sambutanya Dekan Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan (FTK) UIN SGD Bandung, Dr. Tedi Priatna, M.Ag menjelaskan akhlak, budi pekerti, karakter harus menjadi pondasi dan ruh utama pendidikan.  

Pendidikan karakter telah menjadi sebuah keharusan bagi suatu bangsa. Karena ciri dari bangsa yang besar dan maju itu mempunyai karakter kuat. Namun, karakter yang kuat itu tidak akan ada artinya bila tidak dilandasi dengan akhlak mulia. "Akhlak mulia harus menjadi fondasi dan ruh utama dari koor keilmuan dalam pendidikan kita. Agar mampu mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Pembiasaan menjadi pijakan dalam melaksanakan proses Pendidikan karakter. "Mengajarkan cara shalah atau mengaji kepada anak-anak dalam waktu dua bulan atau tiga bulan itu bisa dilakukan, tapi untuk membiasakan anak-anak shalat tepat waktu tidak semudah membalikan telapak tangan. Justru membutuhkan kebiasaan. Begitu pula dalam proses pendidikan karakter mencetak anak didik yang cerdas, berbudi pekerti diperlukan keteladanan dari seorang guru dalam mengamalkan akhlak mulia," sambungnya.   

Untuk itu, akhlak mulia menjadi pondasi dalam membangun karakter bangsa. "Kesuksesan seseorang atau anak didik itu tidak ditentukan dari kecerdasa semata, tapi harus dilihat dari akhlak, budi pekerti dan kepribadiannya. karena itu akhlak menjadi penting untuk membangun karakter bangsa dan negara," ujarnya.

Menurut Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Istiningsih, M.Pd. menuturkan seminar bersama ini dalam rangka menguatkan pendidikan karakter sebagai pondasi untuk membangun peradaban bangsa.    

"Seminar ini menjadi momentum bersama antar UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta dengan UIN SGD Bandung dalam menguatkan pendidikan karakter sebagai ruh utama dalam membangun kualitas pendidikan di Indonesia," paparnya.  

Dalam menjalankan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) itu harus dimiliki lima nilai karakter utama yang menjadi prioritas ; religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. "Mudah-mudahan dengan adanya silaturmi dan seminar bersama ini keberadaan Fakultas  Tarbiyah dapat memberikan andil yang besar dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]