Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Senin, 6-Nov-2017 | 09:41:51
Dr. Hj. Reni Marlinawati Pimpin IKA UIN SGD Bandung

[www.uinsgd.ac.id] Dr. Hj. Reni Marlinawati, terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam Musyawarah Anggota IV di Hotel dan Banquet Panorama Lembang, Sabtu (4/10/2017). Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, terpilih secara aklamasi

Kasubbag Humas UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Drs. H. Rohman Setiawan menjelaskan, musyawarah yang akan berlangsung sehari penuh ini diagendakan untuk memilih Ketua Umum."Masa kepengurusan yang lalu sudah berakhir, sehingga hari ini kami akan memilih ketua umum yang baru," ukar Rohman.

Anggota musyawarah merupakan perwakilan dari setiap program studi. "Setiap prodi mengirimkan 5 orang perwakilannya. Kecuali dari PAI, mengirimkan 10 orang," katanya.

Sementara, Mantan Ketua IKA dan Mantan Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Nasir, M.Si. menjelaskan, musyawarah anggota IKA UIN bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi salah satu bagian kegiatan yang berkontribusi terhadap kemajuan kampus.

"Semakin banyak alumni yang mempunyai posisi, baik di kampus, di lembaga pemerintah, perusahaan, maupun politik akan semakin menambah nilai akreditasi bagi jurusan dan fakultas," ungkap Nanat.

Oleh karena itu, Nanat berharap, Ketua IKA UIN yang baru bisa membawa organisasi ke arah yang lebih baik lagi. Selain berkontribusi terhadap kampus juga harus membawa kemanfaatan bagi umat. "Sesuai dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, khairunnasi 'anfa'uhum linnaas," tambahnya.

Hal penting lainnya, kata Nanat, IKA UIN juga harus bermanfaat bagi anggotanya, terutama untuk membangun jejaring yang berkaitan dengan ketenakerjaan, informasi, dan ilmu pengegahuan.

Senada dengan Nanat, Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A. mengatakan, keberadaan UIN sebagai perguruan tinggi Islam terkemuka di Jawa Barat harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan masyarakat terutama dalam bidang akhlak dan spiritual. "IKA UIN harus semakin menunjukkan kontribusinya, bukan hanya bagai civitas akademika, melainkan bagi masyarakat secara umum," ujar mantan Direktur Pascasarjana UIN SGD Badung, sebelum acara dimulai.

Afif sangat yakin alumni UIN Bandung sudah mengakar di masyarakat sejak mereka menjadi mahasiswa. "Mahasiswa UIN ini berbeda dengan mahasiswa perguruan tinggi lain. Sejak semester satu mereka sudah menyatu dengan masyarakat di majelis-majelis taklim. Di madrasah, dan lain-lain. Sehingga setelah menjadi alumni jejaring ini harus semakin kokoh, " tegas Afif.[]