Rektor Corner
Beberapa hari kebelakang kita berkumpul dalam rangka memperingati satu peristiwa hari raya yang amat istimewa, yang oleh kita ummat disebut dengan berbagai macam sebutan, ada yang menyebutnya dengan Idul Adha, ada yang...next »



e-Journal



Senin, 7-Ags-2017 | 15:50:07
Advokat Harus Lebih Pintar dari Jaksa & Hakim

[www.uinsgd.ac.id] Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung Dr HA Hasan Ridwan, M.Ag menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi itu lebih penting daripada kecerdasan. Karenanya, seorang advokat yang hebat tidak bisa hanya mengandalkan kecerdasannya di bidang hukum, tanpa membangun kemampuan komunikasinya.

Penegasan ini disampaikan Dr Hasan Ridwan saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) V, kerja sama DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung dengan FSH UIN SGD Bandung, Senin (07/08). "Membangun komunikasi salah satu upaya sadar akan masa depan, agar kita bisa merencanakan dan mendesain masa depan yang lebih baik," katanya.

Selain itu, dalam rangka mengubah diri, para calon advokat perlu mengasah soft skill dan hard skill, juga memiliki integritas moral. Ini menjadi piranti agar penegakan hukum di Indonesia menjadi lebih baik. "Jelasnya, untuk membenahi persoalan-persoalan hukum di Tanah Air, diperlukan para penjaga moral (para advokat) yang tangguh," ujar Dr Hasan Ridwan, seraya mengucapkan terima kasih atas kinerja Ketua Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum (LBKH) FSH UIN SGD E Hasbi Nassaruddin, SH, MH dan sekretaris Dewi Mayaningsih, SH, MH.

Wakil Sekretaris umum DPC Peradi Bandung Endang HeEryana, SH, M.Hum punya tanggung jawab moral dalam menghantarkan alumni PKPA V hingga disumpah sebagai advokat. Itu akan dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya akan menyelenggarakan try out dan simulasi sebelum ikut seleksi advokat pada akhir tahun ini. "Kami harus berbuat sesuatu untuk kesuksesan para alumni PKPA V ini," kata Endang.

Endang menyampaikan hal ini karena didasari kebanggannya kepada para peserta PKPA yang tetap semangat dan antusias mengikuti pendidikan. "Atas nama Peradi Bandung kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua peserta PKPA V yang mampu menjaga semangat dari awal sampai akhir. Semoga kalian lulus semua, dan menjadi advokat hebat," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pengawas Peradi, Binsar S Sitompul, SH, MH berpesan agar para (calon) advokat rajin membaca buku, minimal dua jam per hari. Karena advokat harus lebih pintar dari hakim, jaksa, atau polisi. "Kalau advokat kalah pintar, bagaimana harus memperjuangkan keadilan? Dan, jangan segan-segan membela saudara-saudara kita yang membutuhkan keadilan!" tegas Binsar.

Menyinggung PKPA V yang peserta didiknya didominasi alumni UIN Bandung, menurut Binsar, advokat Indonesia akan lebih berwarna. Sebab, dengan pentasnya para sarjana hukum jebolan UIN Bandung, memiliki warna tersendiri, selain paham dan terampil di bidang hukum, juga lebih relijius dan memiliki integritas moral (akhlak yang baik). "Ini sejalan dengan ruh Peradi yang tetap menjaga objektifitas dan kejujuran. Dalam kelulusan PKPA atau ujian advokat saja tidak ada istilah titip-titipan. Kami konsisten menjaga kualitas," jelasnya.(Nanang Sungkawa)